LELAKI YANG KUPANGGIL BAPAK
Sampai di depan kamar, aku melihat masih ada teman Bapak yang berjudi, ada yang tertidur di depan televisi, ada yang terkapar di lantai--sepertinya orang itu mabuk parah.
“Ben, anakmu makin lama makin cantik, ya. Bagaimana kalau kujadikan istri keduaku?“ celutuk seorang teman Bapak yang masih memegang kartu remi. Matanya seperti tengah menelanjangiku. Aku langsung berlari ke kamar mandi. Ia tertawa.
“Berani bayar berapa kamu! Miskin saja belagu!“ sahut Bapak yang membuat seisi ruangan riuh, saling mengejek dan mengeluarkan binatang buas dari mulut mereka.
Hot Chapters