Pembalasan sang Menantu Tertindas
Suwanto mengambil sebuah botol miras, lalu menghantamnya ke kepala si Botak tanpa ragu sambil memaki, “Sialan! Apa kamu tahu kamu sudah membawa seorang dewa kematian kemari? Dia itu orang yang membunuh Pak Andi dan empat keluarga besar ibu kota provinsi! Bajiangan!”
Hah? Si Botak langsung tercengang dan gemetar ketakutan. Apa sebenarnya yang sudah dia lakukan? Tak disangka, tadi dia ternyata hampir mati.
Setelah kembali ke vila, Yoga menyerahkan Perusahaan Farmasi Sehat Abadi kepada Wisnu. Wisnu pun berkata dengan yakin, “Yoga, jangan khawatir. Aku nggak berani jamin bisa mengembangkan Perusahaan Farmasi Sehat Abadi menjadi sesukses Perusahaan Farmasi Kusuma dulu. Tapi, aku pasti bisa membua
Hot Chapters