Ganjaran Nafsu
Malam itu, kepala desa tidak keluar dari kamar.
Keesokan harinya, kepala desa pergi dengan langkah yang lemah.
Aku menyadari setelah malam itu, aku dapat menggerakkan tanganku yang lain.
Sepertinya tidak lama lagi aku bisa bergerak dengan bebas.
Pada hari-hari berikutnya, dari waktu ke waktu, orang-orang datang ke rumah kepala desa untuk mengintipku.
Sementara itu, si kepala desa tua itu sepertinya benar-benar lupa bahwa aku adalah menantu yang dia carikan untuk putra bodohnya. Dia menjadi makin kurus seiring dengan bergantinya hari.
Bab Populer