Pernikahan Penuh Luka
“Ya, tapi sampai kapan, Mas? Perut aku akan makin besar. Aku nggak mau terus-terusan hanya jadi istri kedua.”
“Iya, Mas tahu. Kamu sabar, ya.”
Bela semakin tidak senang dengan jawaban itu dan memilih diam. Namun beberapa detik kemudian, ponselnya berbunyi notif transfer uang masuk.
Jumlahnya cukup besar.
Bela tersenyum puas. “Makasih, Sayang.”
Ia mencium pipi Bara.
Melihat itu, Bara ikut tersenyum dan kembali menjalankan mobil menuju apartemen.