Jalinan Cinta Ini Hanya Alat Pemuas Gairahnya
Hingga suara pembawa acara kembali terdengar, barulah dia tersadar.
"Bu Cherish, apakah Anda bersedia menikah dengan Pak Marvin, mencintainya, menghormatinya, dan mendampinginya selamanya, baik dalam kemiskinan maupun kekayaan, dalam kesehatan maupun penyakit, hingga akhir hayat?"
Cherish sedikit mengangkat pandangan. Dengan tatapan lembut, dia menatap Marvin. Senyum tipis terukir di bibirnya.