Tetangga jadi Cinta
Tapi, saat aku pulang, seorang pria jangkung dengan tinggi 180-an sedang duduk berjongkok di depan rumahku, meringkuk menjadi sangat kecil.
Matanya merah karena menangis.
Bunga teratai di depan rumahku masih mekar dengan anggun. Tulisan "Tahan Nafsu" yang berwarna putih terlihat sangat mencolok di atasnya.
Oh tidak, mungkinkah dia putus cinta?
Eh, kenapa tiba-tiba lari ke atap saat melihatku datang?
Jangan khawatir, ini bukan masalah besar.