KEMBALINYA SANG RATU
Di situ, rumput-rumput hijau berdiri tegak, menyambut hujan dengan penuh syukur, dan setiap tangkai padi terlihat seperti janji yang ditanam dengan harapan.
“Lihatlah, anakku,” kata Lao Chen sambil menunjuk ke ladang, “setiap butir padi di sini tumbuh dari ketiadaan, dari kekosongan yang kita sebut angka nol. Nol itu bukanlah kehampaan, melainkan titik mula dari segala kemungkinan. Ketika tanah ini menyatu dengan api, air, dan angin, maka nol itu tumbuh, membentuk kehidupan yang membahagiakan. Begitu pula dengan peradaban kita—dari kekosongan, kita bisa mencipta harapan.”