Kehidupan Ketiga Sang Villainess
Desa itu hanya terdiri dari deretan bangunan kayu tua yang saling berhimpitan, dengan satu bangunan paling besar di tengahnya yang bertuliskan The Sleeping Willow.
Begitu mereka mendorong pintu kayu penginapan yang berat, bau gandum, asap kayu, dan keringat manusia menyerbu indra penciuman mereka. Ruangan itu penuh sesak oleh para pemburu bulu binatang dan pedagang lokal yang sedang menepi dari badai. Suasana riuh rendah itu mendadak sunyi sesaat ketika Xaverius dan Aurelia melangkah masuk.
Xaverius mengeratkan genggamannya di pinggang Aurelia, auranya yang dominan tetap terasa meski dalam penyamaran. Mereka berjalan menuju meja kayu panjang di sudut ruangan untuk memesan tempat.