LEMBUR TENGAH MALAM
"Pernah sekali, Mbak. Ada bayangan di ujung lorong, tapi begitu didekati, hilang. Dulu saya kira itu cuma lampu rusak atau mata saya lelah, tapi makin lama saya ngerti, ada ‘penunggu’ di sana."
Gracya merasakan kakinya mulai lemas, tapi dia tetap berdiri tegak. "Oh... gitu ya," jawabnya dengan suara kecil, meski pikirannya mulai bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan baru. Apakah yang dia lihat tadi adalah salah satu dari penampakan itu? Atau sesuatu yang lebih kelam dari sejarah rumah sakit ini?
Dia mencoba menenangkan dirinya lagi, menyadari bahwa malam ini tidak akan mudah. Suwito meliriknya, masih dengan senyum yang anehnya terasa lebih menyeramkan dari biasanya.
Hot Chapters