Bukan Gadis Biasa
Ada dua bola basket, yang satu berwarna orange pada umumnya, dan yang satu lagi berwarna biru.
"Ci, lo suka banget main basket ya?" Cia melirik bola di dalam keranjang yang mana berada di sisi kanan meja nya. Cia terdiam sesaat sebelum menjawab dengan singkat.
"Dulu!" mendengar pertanyaannya di jawab, Dava tersenyum. Matanya tertuju pada Cia yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dava merasa, saat ini Cia tampak lebih dewasa dari pada umurnya. Wajahnya cantik, dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi tapi juga tidak terlalu pendek. Dava selalu merasa jika Cia itu adalah blasteran luar-Indo. Tapi dari yang dia dengar dari Ayahnya, kedua orang tua Cia asli orang Indo.
Sikat na Kabanata