Ada sesuatu yang sangat relatable tentang lirik 'tapi sebenarnya ku biasa biasa saja' yang bikin aku sering mikir ulang tiap denger. Di permukaan, itu terdengar seperti pengakuan sederhana tentang keadaan biasa, tapi justru di situlah kejeniusannya. Aku pernah ngerasain fase di mana semua orang expect kita untuk selalu excited atau down, padahal seringkali hidup itu ya... netral. Lirik ini jadi semacam tameng halus, cara bilang 'aku gapapa' tanpa perlu masuk detail.
Yang bikin lebih dalam, mungkin ini juga bentuk pertahanan diri. Pernah gak sih kalian merasa harus pura-pura kuat di depan orang, padahal dalam hati cuma pengen ngomong 'yaelah, biasa aja kok'? Aku sering nemuin karakter di anime kayak 'Oregairu' yang pake topeng ketidakpedulian padahal sebenarnya terlalu peduli. Lirik ini bisa jadi anthem buat generasi yang terbiasa menyembunyikan kerentanan di balik kata-kata biasa.