JANGAN HINA AKU MANDUL
ujarnya, aku sedikit Kikuk mengusap wajahku, pak Dokter tampak berjalan ke ruangannya, dengan lemas aku mengikutinya.
"Segera bapak tanda tangani dan siapkan biayanya ya? Biar segera di tangani. Kasian istri bapak, dan anak dalam kandungannya. Takut membahayakan. Ketubannya sudah pecah setengah jam yang lalu. Akan sangat membahayakan jika Janin bapak meminum air ketuban," jelasnya, aku mendegup. Coba aku menarik kertas yang bapak Dokter sodorkan. Mataku sedikit terbuka melihat total biaya yang akan di keluarkan.
"Dua puluh juta?" bisikku dihati. Dengan gemetar aku tanda tangan.