Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
Bujang tersenyum tipis membayangkan bagaimana Kevin memandang remeh padanya, bahkan dia sempat melihat mata Kevin melihat ke sepatu Bujang yang sudah lusuh, tentu saja dengan tatapan merendahkan.
"Ha ha ha ha." Luqman tertawa lagi. "Dia tak tau saja, di balik bajumu yang jelek, kau punya uang yang banyak. Bahkan bisa membeli kantor wali kota. Tak tau saja dia, orangtuamu, terkenal sebagai juragan kayu yang dermawan dan memiliki warisan yang banyak."
"Apalah arti uang, uang dan jabatan tak dibawa mati. Nikmati sekedarnya saja, kita makan sekenyang perut," ucap Bujang penuh kiasan.