Ada sesuatu yang magis dari cara lagu 'Time of Our Lives' menangkap momen-momen ephemeral dalam hidup. Liriknya berbicara tentang euphoria muda, tentang menari di bawah lampu neon dan merasakan detak jantung yang bersemangat. Versi terjemahan bahasa Indonesia yang kubaca di suatu forum penggemar musik terasa sangat hidup—'Kita adalah api di tengah kegelapan, menulis cerita dengan setiap langkah liar'. Bagian favoritku adalah refrain yang diterjemahkan sebagai 'Ini waktu kita, untuk tertawa sampai sakit perut, untuk mencintai tanpa takut'. Rasanya seperti pelukan hangat dari kenangan masa SMA.
Terjemahan lengkapnya memang bervariasi tergantung interpretasi, tapi intinya tetap tentang merayakan kebersamaan. Ada garis yang indah 'Kau dan aku melawan dunia, tapi dunia tak pernah tahu kita akan secepat kilat'. Aku suka bagaimana bahasa Indonesianya tetap mempertahankan ritme puitis tanpa kehilangan makna aslinya.