Waktu adalah Maut
Sebelum pergi, dokter itu menghela napas pelan dan berkata, "Sudah zaman apa sekarang, kok masih ada orang yang memakai ponsel tua begini …."
Setelah dokter pergi, tatapan Adrian terpaku pada ponsel itu.
Dia mengenal ponsel itu. Itu adalah ponsel yang dia berikan pada Charin saat SMA.
Waktu telah meninggalkan banyak jejak di ponsel itu. Entah mengapa permukaannya lecet, retak, dan penuh bekas benturan, seolah pernah mengalami kekerasan berulang kali.
Adrian terus menatap ponsel itu. Hingga matanya kering, barulah dia mengulurkan tangannya yang gemetar tak terkendali untuk meraih ponsel itu.
Sikat na Kabanata