Binti Raharjo
“Nanti bulan September!”
“Oh, berarti itu ngarap sari pertamamu, ya.” Lik Pitoyo tersenyum. “Itu, mens. Berarti kamu sudah akil baliq.”
“Iya, Lik. Terima kasih.”
“Sudahlah, sepertinya sudah manjing, sebentar lagi subuh, nanti orang-orang malah salah paham sama kita. Oh, ya pakai ini,” ujar Pitoyo menunduk menyodorkan sandal jepit. Sandal cepit itu nampak kebesaran.
Hot Chapters