After Marriage
Ia sudah hendak marah, tetapi senyum pria di sebelahnya berhasil membuatnya menghela napas berat saja, alih-alih mengomel.
"Kamu sudah menikah?"
Siera mengangguk lesu. Gelas plastik di tangan ia lempar ke tempat sampah. Masuk.
"Namanya pernikahan, pasti ada pasang-surutnya. Dinikmatin aja. Toh, kamu udah tanda tangan kontrak komitmen seumur hidup sama dia. Mau bilang apa?"
Memalingkan wajah, menatapi Arkan lamat, Siera berujar,"Cara kamu bicara seolah sudah berpengalaman saja."