Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Sosok Douglas Gordon muncul dari asap dan debu asteroid, pedang di tangannya bergetar, tubuhnya berputar seperti gasing, mengelilingi Neo, dan di mana pun cahaya pedang lewat, bintik-bintik cahaya yang terdistorsi muncul di ruang sekitarnya, seperti memasuki mimpi yang berwarna-warni. Dalam sekejap, pemandangan di depan Neo berubah total. Kapal perang yang tak terhitung jumlahnya menghilang, dan suara tembakan meriam yang memekakkan telinga juga menghilang. Yang tersisa hanyalah Douglas Gordon, yang berdiri di sana dengan seringai puas, dan pedang merah darah yang memancarkan aura pembunuh di tangannya. "Neo Blade, kau sudah tamat. Menyerahlah."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Chain of Destiny

Chain of Destiny

Perang ini terjadi selama hampir dua abad. Lord Gunther merupakan salah satu pemimpin kaum Murni dari kota kecil yang jauh dari pusat konflik. Saat mendengar kawanan Pemburu berencana datang menginvestigasi daerahnya, Lord Gunther dihinggapi rasa marah dan cemas atas keselamatan kotanya. Tanpa tahu harus berbuat apa, ia pergi menyepi ke sebuah danau. Disana ia dihampiri oleh Dewa Naga Wylaf, sesosok dewa berbentuk naga yang menjaga hutan, air, dan angkasa. Dewa Naga Wylaf yang bijak tersentuh dengan hati bersih dan tekad baik Lord Gunther.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
My Destiny

My Destiny

' -Arjuna- "Lagi di jalan, tunggu ya sayang. Nanti kita foto berdua ya," -My Destiny- 'Hati-hati di jalan ya, aman mah kalau foto berdua,' -Arjuna- "Bunda sama Ayah datang?" -My Destiny- 'Dateng, Yang. Cuma Bang Bambang sama Kak Monica yang gak dateng. Kan lagi bulan madu...' -Arjuna- "Bentar lagi kita juga bulan madu, ehehe.."
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Second Destiny (Indonesia)

Second Destiny (Indonesia)

Apa ini pertanda kalau aku sudah diizinkan untuk masuk ke dalam? Masih diselimuti keraguan, aku memutuskan untuk melangkah masuk. Pekarangan terlihat bersih dan segar dengan rumput mini yang sejuk dipandang mata. Di satu sudut juga terdapat beberapa tumbuhan setinggi dada. Aku menapaki lantai batu yang mengantarkanku sampai ke depan pintu rumah. Belum sempat mengetukkan buku jari, pintu rumah sudah terbuka lebih dulu. Darah di dadaku langsung berdesir memandangi Savana. Apakah aku sedang bermimpi?
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Sword of the Cosmos

Sword of the Cosmos

Ia tahu bahwa detik berikutnya akan menentukan nasibnya dan seluruh hutan purba. Sosok misterius itu bergerak maju, menciptakan gelombang energi yang menelan semua cahaya di sekitarnya. Pedang biru Yuxian bersinar keras, menahan tekanan, tetapi tubuhnya terhuyung. Debu dan serpihan pohon beterbangan liar, menyelimuti pandangan semua orang.
854 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
You are my destiny

You are my destiny

ucap Rendi yang melihat ke Fero dan Tomi. "Ini penting Ren." ucap Fero. "Iya Ren. ini penting. lu harus tahu." ucap Tomi, "Tahu apa?" tanya Rendi. "Yasmin udah kembali lagi Ren." "Ohh." jawab singkat Rendi. "Ko lu biasa aja Ren." taya Tomi yang bingung kenapa Rendi bisa biasa saja mendengar hal itu. "Ya terus gua harus ngapain lagi." tanya REndi yang menatap ke laptop nya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Me and My Destiny

Me and My Destiny

Bakpia Pathuk Bakpia Kukus Gudeg Salak Pondoh Batik Blangkon He? Blangkon? Mau kemana dia pake blangkon, pikir Kia. “Lo gak tau diri banget minta oleh-oleh kayak daftar belanja bulanan. Kampret lo.” Balas Kia. Setelah semua pesan terbalas, Kia lalu menghela nafas berat. “Teguh lagi apa ya?” bisik hatinya, yang dengan cepat ditolak oleh akal sehatnya. Kia menggelengkan kepala.
9.918.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

Langit mengubah posisi berbaringnya dan duduk di sofa sambil menatap ke arah wanita itu. “Siapa dia, berani-berani masuk tanpa mengetuk pintu’ kata Langit dalam hati, Ryunee : Nah lho, siapa tuuuh si blazer merah muda??? Apa Dyana yang nyusul langit ke kantor? Masak sih? Biar gak penasaran unboxing chapter selanjutnya ya readers.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Our Destiny

Our Destiny

Taeyoong sontak mengarahkan pandanganya, mengikuti arah jari telunjuk temannya ini. "Awan-awan itu bergerak saling mendekat, seperti sebuah keluarga, dua awan besar mengapit satu awan kecil, mereka seperti Ayah, Ibu, dan anak. Kau tahu, aku begitu iri melihat mereka, aku juga ingin seperti mereka."
9.93.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai blades of destiny
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status