Menggoda Sang Paman
Di sana, di bawah cahaya lampu redup, Govan berdiri dengan satu tangan menyandarkan diri ke meja dapur, sementara tangan satunya menggenggam gelas yang berisi air putih.
Pria itu terlihat lelah. Kemeja yang tadi ia kenakan sudah dilepas, menyisakan kaus putih polos yang melekat di tubuhnya. Rambutnya sedikit berantakan, seolah baru saja digesek dengan jari-jarinya sendiri.
"Om?"
Mata mereka bertemu.
Govan tampak sedikit terkejut melihatnya, tapi ekspresinya kembali datar dengan cepat.