Darah dan Takdir
Ia membuka lipatannya perlahan, matanya menelusuri tulisan tangan yang telah mulai pudar, tetapi masih cukup jelas untuk dibaca.
“Di dalam darah kita tersimpan kekuatan yang tidak boleh jatuh ke tangan mereka yang tamak. Kita adalah penjaga gerbang, pemegang kunci yang memastikan bahwa dunia ini tetap berada dalam keseimbangan. Namun, mereka ingin mengambilnya. Mereka ingin menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri. Jika kita kalah, maka akan ada hari di mana satu-satunya pewaris yang tersisa harus memilih—apakah ia akan tunduk, atau ia akan menyalakan kembali api yang telah dipadamkan.”
Darah Saraswati berdesir. Ia membaca kalimat itu berulang kali, memastikan bahwa ia tidak salah mem
Hot Chapters