PELUKAN BERDARAH
Edward mengangguk, senyum samar terbit di wajahnya.
“Ini… berupa mawar, lily, tulip, atau bahkan bunga matahari. Semuanya pilihan populer yang sering dipakai untuk mengungkapkan perasaan,” jelas Nayla.
“Tapi, apa kamu tahu… di antara bunga-bunga ini ada yang paling cantik?” tiba-tiba Edward membuka suara lagi, nada bicaranya dibuat lebih akrab.
Nayla mengerutkan dahi. “Apa itu? Yang mana? Biar nanti aku ambilkan,” jawabnya, kali ini terdengar sedikit lebih ramah.
Hot Chapters