Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
REFLECTION

REFLECTION

“Hey, come on. Ini bahkan jauh lebih baik dari pulpen yang kau beli itu. Dua puluh lima kuai? Kau bercanda, aku melihatnya di Taobao hanya sepuluh kuai.” “What?!” “Apa? Memang itu kenyataannya.” “Mengapa kamu tidak memberitahuku? Oh, Sial aku baru saja menghabiskan beasiswaku untuk hal yang tidak berguna.” “Berhentilah mengoceh dan ayo jalan, aku juga sudah lapar. Tanggal berapa ini? aku rasa salju akan segera turun.”
103.6K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as blurb
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Liam merajuk. Ruby mengusap wajah Liam pelan menghilangkan debu dan noda darah di sana akibat perkelahian tadi. Dia menggigit bibirnya saat tatapan keduanya bertemu. Liam tampak sangat menggairahkan dengan bekas darah dan ekspresi garang itu di mata Ruby, Ruby tergoda untuk mencicipi bibir tebal pria tampan yang berkelahi hanya karena ucapan kotor pria asing yaang ditujukan padanya itu.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as blurb
Read
+Library
HURT

HURT

Kata-kata wanita itu membuatnya penasaran juga. “Siapa ilustatornya?” celetuk Marcel, cover desainer Sirius. Ia merupakan karyawan termuda di perusahaan. Usianya baru sembilan belas tahun dan ia seorang blasteran Korea-Inggris. Ketua Tim Baek perlahan mengarahkan pandangannya pada Ae Ri. Semua orang mengikuti arah pandang wanita itu. Ae Ri sendiri langsung kebingungan mendapat tatapan tajam dari seniornya itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as blurb
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza tanpa ekspresi. Xaviera menyentuh bahu Speranza dengan lembut. "Flavia, kenapa kamu selalu melakukan apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu tidak pernah memikirkan orang lain?" tanya Xaviera dengan lembut. Speranza tersenyum miring. "Kau ingin tahu jawabannya?" tanya Speranza yang diangguki oleh Xaviera. "KARENA AKU ADALAH SEORANG PSIKOPAT!!"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as blurb
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Tanya Jonatan. "Ada di grub kita, apa kamu tidak membacanya?" Tanya Robby. Jonatan tidak pernah memperdulikan grub angkatannya, dia hanya membukanya tanpa membaca. Seketika Jonatan melihat grub, namun terlalu banyak chat, hingga menumpuk chat yang dia cari. "Tunjukkan aku fotonya." Pinta Jonatan memaksa. Robby mengerutkan dahinya sambil mengeluarkan ponselnya.
9.95.1K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as blurb
Read
+Library
Ellipsis

Ellipsis

Puteri kesayangannya, malaikat kecilnya itu mendekap sebuah amplop berwarna merah muda di dadanya. Perlahan Zenith mengambilnya. Ia membuka amplop itu dan mulai membacanya. Dengan ujung jarinya ia membaca setiap huruf Braile yang tertera. "Selamat Hari Anak, Mama. I love you more than I do. :-*"
103.7K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as blurb
Read
+Library
SweetShit Marriage

SweetShit Marriage

Ditambah suasana taman yang syahdu semakin membuat dunia terasa milik mereka berdua. “Kita pacaran udah lama, La. Dua tahun lebih. Selama itu aku nggak pernah ngerasain bibir kamu. Kamu nggak ngebolehin aku cium kamu. Padahal aku pacar kamu, La.” “Te-terus kenapa, Mas?” Lala jadi pucat. Mungkinkah Mario tahu kalau bengkak di bibirnya ini bukan karena alergi udang. Tentu saja! orang bodoh mana yang akan percaya jika itu karena alergi udang?!
103.0K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as blurb
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Agnes menunjuk sesuatu di tengah langit-langit ruangan. “Benda itu disebut Coove, bentuknya seperti kelereng dan mampu menampilkan hologram hingga tiga ratus enam puluh derajat. Berikan ponselmu, kita akan lihat apakah alat ini masih berfungsi.” Xabi menyerahkan ponselnya pada Agnes yang kemudian mondar-mandir dalam ruangan untuk menyalakan Coove. Beberapa saat berlalu dan hasilnya nihil,
2.9K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as blurb
Read
+Library
Satu Malam Bersama Calon Besan

Satu Malam Bersama Calon Besan

Bab 2 Hanya sloki kecil anggur apa akan ada pengaruh buat peminum berat sepertinya? ucap Rendi meremehkan sloki kecil anggur itu dalam hati. Kalau saja mereka tahu kemampuan minumnya. Dia tidak akan mabuk meski meminum satu botol anggur sekalipun! Dengan santai dan tanpa ragu Rendi mengambilnya sloki anggur itu dan langsung meneguk isi sloki itu dengan sekali teguk.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as blurb
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status