Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Momong Tuan CEO Manja

Momong Tuan CEO Manja

‘Ah, Ares pengen makan bibir orang ini. Tubuh Ares kayak gerak sendiri. Tanpa sadar bibir Ares nempel ke bibir nanny ini. Dada Ares kayak digelitikin ribuan jari. Rasanya asing banget, tapi Ares suka sensasi itu. Lalu Ares mulai menggigiti bibirnya yang lumayan tebal. Bibir atas dan bawah sama-sama lezatnya. Ares pengen mengunyah bibirnya tapi takut dia bakal kesakitan. Jadi Ares harus puas dengan menjilati dan menyesapinya aja. Ares enggak tahu udah berapa lama Ares melumati bibirnya. “Ngh…ngh,” nanny ini membuka mulutnya, mungkin buat cari udara.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as nibbling
Read
+Library
IBU SUSU UNTUK ANAK KONGLOMERAT

IBU SUSU UNTUK ANAK KONGLOMERAT

Rasanya ia tidak ingin berhenti makan. Tak berselang lama, Mbok Min kembali dan duduk di samping Nabila. Namun, Nabila terus fokus pada makanan yang sedang ia makan. Seakan tidak peduli dengan siapa pun yang ada di tempat itu. “Mbok, kok aku rasanya mau nambah, ya!” seru Nabila, setelah piringnya kosong tak bersisa. Mbok Min bergeming, tidak ada sahutan sama sekali dari wanita tua itu.
9.826.0K viewsCompletedAdded to Library 807 Times as nibbling
Read
+Library
30 Days With Mr. Vague

30 Days With Mr. Vague

"Ada apa? Kau mau menolak?" Aku mengunyah pelan. Wajahku menunduk sambil mengaduk tak bersemangat semangkuk sereal gandum utuh dengan chia seed dan potongan stroberi. Louton tampaknya bisa membaca ekspresi wajahku. Ekspresi wajah yang jelas-jelas menggambarkan penolakan tanpa perlu diutarakan dengan kata-kata. Aku membersihkan area bibir dengan juluran lidah, lalu memandangnya.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as nibbling
Read
+Library
My Boyfriend

My Boyfriend

Membuat Gibran terbuai, dan enggan untuk mengakhiri ciuman tersebut. Sampai pada akhirnya, Aletta sudah merasakan sesak di dada. Dia menarik sedikit bibirnya, namun Gibran segera melumatnya lagi. Mmmm Aletta menepuk punggungnya pelan. Gibran tersengeh saat susah sadar. "Kamu, ya. Nafasku sudah hampir habis, Bunny!" gerutunya. Gibran tersenyum sambil menggaruk tengkuknya. "Habisnya. Bibir kamu bikin candu, Honey. Manis. Seperti madu," ucapnya terkekeh geli.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as nibbling
Read
+Library
Mengadopsi Anak Setan

Mengadopsi Anak Setan

Mulutnya bahkan sudah penuh dengan noda darah, tapi bagi Narnia itu merupakan selai stroberi segar yang menambah citarasa. Selang beberapa detik, ia membuang bagian kepala. Narnia tidak suka bagian itu. Rasanya aneh dan sedikit pahit. Tapi sayangnya ia masih belum kenyang. Matanya kembali mengedar dan menyeleksi hewan paling gemuk. Lagi dan lagi, ia menangkapnya tanpa kesulitan. Narnia kembali memakan tikus kedua.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as nibbling
Read
+Library
Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

Mulutnya bahkan nyaris belepotan penuh dengan bumbu. Tanpa banyak bicara, Niskala langsung meraih dagu Dewa. “Kenapa kamu ini makan seperti binatang kelaparan?” Dewa yang masih sedikit terkejut hanya bisa tersenyum. Namun, detik itu juga dia langsung membelalakkan matanya karena Niskala dengan beraninya menjilat setiap noda di sekitar bibir Dewa. “Nisk—” Belum selesai Dewa bicara, Niskala kembali menyesap bibir Dewa tanpa ampun, seperti sedang mengambil sesuatu darinya.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as nibbling
Read
+Library
Ketika Mantan Kekasih Suamiku Kembali

Ketika Mantan Kekasih Suamiku Kembali

Perlahan tapi pasti, potongan buah nanas itu masuk ke dalam mulut Nisrina satu per satu. Mata Nisrina memejam, menikmati sensasi manis bercampur asam dari buah nanas itu. Lidahnya ingin berhenti setelah sepiring buah itu telah berhasil masuk ke mulutnya, akan tetapi Nisrina enggan menuruti. Ia terus saja memasukkan potongan buah nanas yang lain ke dalam mulutnya.
1034.7K viewsCompletedAdded to Library 832 Times as nibbling
Read
+Library
Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung

Membuat yang lain serentak memandanginya. Heran melihat bibirnya yang terkesan mungil itu bisa melar super lebar, seakan-akan bisa masuk sekepalan tangan. Cara Nilam ngunyah juga amat cepat. Tak sampai lima detik isi mulutnya kosong. Tiga temannya saling bertukar tatap. Ada yang aneh, pikir mereka kompak.
1027.4K viewsCompletedAdded to Library 630 Times as nibbling
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status