Anomali Dunia Darma
Aku merasa tidak melakukan apa-apa, tapi tatapanku sepertinya mengancam mereka.
“Ath, lihat! Buba sedang bertengkar dengan seekor anjing. Cepat kemari!”
Kaki kecilku meraih langkah dengan cepat menuju ke halaman belakang, tempat Apollo berteriak. Dia dengan kaki telanjang, berdiri di tengah-tengah Buba dan seekor anak anjing Husky, hitam berbelang putih. Tangan Apollo berusaha membuat jarak antara mereka berdua. Terasa keberadaan Apollo bukan gangguan bagi mereka, pertarungan pun dimulai kembali. Kucing kami Buba, memang mempunyai tubuh yang lebih mungil dari pada anjing itu, tetapi keberaniannya tidak bisa dianggap remeh. Cakarnya yang tidak seberapa itu, sukses mendarat di muka anjing itu.
Hot Chapters