Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Sore ini Carmen memang tiba-tiba muncul di kantor dan menyeretnya keluar untuk menikmati ramen di Ruang Kaldu. “Tapi ngomong-ngomong...” Carmen menyipitkan mata. “Mas Megan tadi ada di kantor?” “Nggak.” Hagia menyeruput teh ocha-nya lalu menatap Carmen sejenak. “Sejak siang dia keluar.” Hagia mengaduk ramennya pelan. “Gue juga nggak tahu dia ke mana. Nggak ada kabar seharian ini.” Carmen tersenyum jahil. “Terus lo nggak nanya ke dia?”
1014.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

terang Vina, mengulas senyum kemenangan. "Tapi kamu————" "Assalamualaikum Om." Sean langsung nyelongong mencium tangan ayah Vina, sampai pria paruh baya itu tercekat. "Tante." Lalu beralih pada bunda Vina. "Tante udah mendingan? Ini saya bawain teh Dokudami, teh herbal dari Jepang. Bagus banget buat kesehatan. Semoga Tante cepat sembuh." Sean tersenyum sangat manis.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Mama, apa kitab oleh makan bersama dengan Om Mario?” Bintang tersenyum lembut. “Boleh, Nak. Om Mario adalah orang baik.” “Yeay! Aku ingin makan steak,” pekik Bima riang. Mario mengusap-usap kepala Bima. “Let’s go, Boy!” “Let’s go!” pekik Bima lagi, lalu dia digenggam tangannya oleh Mario.
9.420.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Dear Mantan

Dear Mantan

Bahunya masih terasa sakit, ditabrak oleh seseorang. Samar, Jimmy mendengar umpatan itu. Berharap, ada titik terang atas pencariannya. "Maaf Dek, yang Adek maksud itu siapa ya?" tanya Jimmy, menunggu dengan tak sabar. Remaja cantik itu mendengkus kesal, menatap sengit ke arah Jimmy. "Ih Om kepo!" selorohnya, sambil mengendikkan bahu. Jimmy merasa geram, dipermainkan oleh anak kecil seperti itu.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

“Mantan yang mana? Mantan lo waktu kuliah, kan, banyak! Gue gak mungkin ngabsen satu-satu.” Aku menyengir. Iya juga. “Itu loh, ketua BEM fakultas kita. Inget, gak?” Tanpa berpikir, Sera langsung menyebut nama yang kumaksud. “Kak Rangga?” Aku mengagguk. “Jangan bilang kalo lo ketemu sama dia?” Sera bertanya sangsi. Aku mengedipkan mata. “Great! Tebakan lo bener.”
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Miss Antagonist

Miss Antagonist

Danish akan memberinya makan tentu saja, tapi sebelum atau sesudahnya— “Sayna!” Bunyi mangkuk bergambar ayam yang beradu dengan meja kayu di depan Sayna cukup mengganggu. Suara familier itu terdengar dekat bersamaan dengan sosok pemiliknya. Pemuda itu—Giovanni, duduk di sebelah Sayna dan memesan menu yang sama, bubur ayam Mang Kacun, bubur paling legendaris di kampus ini. “Gimana ujiannya?” Gio bertanya dengan senyum menawan di wajahnya.
9.834.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai boku no hero academia mangatown
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
AMORAGA

AMORAGA

Glad it doesn't need to be complicated. You're here, I'm happy. It's that simple my happiness. . . Happy Reading Amora merapikan bukunya. Kepalanya sakit sekali. Pelajaran fisika memang luar biasa. Amora hampir mati ditempat jika saja Bu Ani tidak menyudahi lebih awal karena anaknya sakit. Amora merenggangkan tangannya. Ia memejamkan matanya sebentar. AC di kelasnya memang yang terbaik. Karena sejak kelas A dan B digabung, Pak Martin, kepala sekolah Aeris menambahkan satu AC lagi di kelasnya. Jadilah kelasnya memiliki tiga AC di setiap sudut. Sebuah getaran ponsel mengangetkannya. Amora meraih ponselnya di meja. Namun, tidak ada panggilan atau notifikasi apapun. Cewek itu menoleh ke kiri-kan
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Bukan Mantanku

Tetanggaku Bukan Mantanku

"Iya Bu, mari." Risa keluar dari ruang guru kemudian berjalan menyusuri koridor sekolah yang mulai sepi. Sampai di dekat ruang perpustakaan dia berpapasan dengan Arjuna. Keduanya tampak canggung apalagi Arjuna tengah jalan dengan cewek cantik yang Risa tahu adalah teman seangkatannya dan memang dia sangat cantik sekaligus populer. Risa memilih berlalu pun Arjuna. Mereka sama-sama menganggap diri mereka tak saling kenal. "Kamu kok biasa aja."
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 687 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> Akademi Seni Bela Diri Immortal, Area Mahasiswa Baru. Mengejar Mimpi. Wang Li dan yang lainnya, yang terluka, menatap langit dengan marah.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

katanya lembut, meletakkan nampan di meja kecil di sebelahku. Aku mengangguk pelan, tapi tak segera mengambil sendok. Mataku tetap tertuju ke luar jendela, menatap kosong ke halaman belakang yang ditumbuhi rumput liar. "Masih nggak ada kabar dari Adrian?" tanya Mama, ragu. Aku tidak menjawab. Hanya gelengan kecil yang aku berikan. Aku tak ingin membahasnya lagi, tapi juga tak bisa berhenti memikirkannya. Nama itu terus memukul-mukul dinding benakku.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai boku no hero academia mangatown
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status