Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BOSSY

BOSSY

Deon terlihat berbeda ketika di depan umum, ia sangat bekarisma dan tegas. "Kenapa? Lo kaget gue kayak gini?" Deon tertawa. "Selain jelek, lo bego juga ya. Ckck, seharusnya lo bangga bisa lihat sikap asli gue." "Bangga?" Ava menggelengkan kepala. "Sa-saya tidak merasa bangga, Tuan." Ekspresi jahil Deon langsung berubah ke dalam mode tegas. "Sekarang joged!"
107.1K viewsOn holdAdded to Library 177 Times as boldness
Read
+Library
Bersandar pada Ketakutan

Bersandar pada Ketakutan

Suara bariton pria itu selalu memiliki cara untuk meredakan kecemasannya. Dominic melepaskan pelukan mereka sedikit, tetapi tangannya tetap memegang pundak Amethyst. “Kau tahu apa yang aku lihat saat pertama kali bertemu denganmu?” Amethyst menggeleng pelan. “Aku melihat seseorang yang terluka tapi masih bertahan,” katanya, menatap langsung ke dalam mata Amethyst. “Aku melihat gadis yang memiliki keberanian untuk terus berjalan meskipun dunianya runtuh. Itu adalah kekuatan, Amethyst. Kekuatan yang bahkan Michael tidak bisa pahami.”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as boldness
Read
+Library
Dead&Queen

Dead&Queen

Wajahnya tenang, tapi ada api yang berbeda di matanya. "Kami akan mempresentasikan konsep 'Between Soft & Bold'," ucap Alma dengan suara jernih. Layar projector menyala. Ternyata, Alma menggabungkan kedua ide tersebut. 1. Frame pertama : Foto close-up ibu muda dengan bayi, warna pastel. Tagline : "Kelembutan untuk yang tersayang." 2. Frame kedua : Wanita karir dengan gaya urban, palet hitam-emas. Tagline : "Keberanian untuk dirimu sendiri."
1.1K viewsCompletedAdded to Library 41 Times as boldness
Read
+Library
Greedy

Greedy

Di balik sikapnya yang tegas dan sedikit angkuh, dia juga merupakan sosok yang sedikit rapuh. "Aku harus melakukan sesuatu sebelum semuanya terlambat," ucap Bara.
105.2K viewsCompletedAdded to Library 120 Times as boldness
Read
+Library
Contradiction

Contradiction

Arga kembali menatap selidik. Aruna menggeleng. “Proses pendekatan, lagi juga capek memikirkan soal cinta.” Lagi-lagi bimbang melanda. “Jujur, memang nyaman sih karena Brian itu berbeda dengan Arsen. Kalo Arsen emosian dan kasar, dan Brian lembut dan mudah diajak berbincang akrab. Aku tidak bermaksud menjadikan Brian pelampiasan.” Arga kembali memijit pelipisnya, sedangkan Arina menghela napas gusar sembari menepuk dan mengelus lembut pucuk kepala Aruna.
106.0K viewsOn holdAdded to Library 220 Times as boldness
Read
+Library
Choice

Choice

Rasanya benar-benar tersiksa. ***** ***** ****
101.8K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as boldness
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

omelnya. Bisma mencari hadiah untuk Aini sesuai perintah Arga, ia datang ke toko kado dimana ia bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Pilihan Bisma jatuh pada boneka Boba yang cukup besar berwarna coklat, tidak tahu mengapa ia tertarik dengan boneka itu. "Mbak tolong boneka yang ini satu," pintanya pada penjaga toko. Setelah mendapatkan hadiah untuk Aini ia bergegas kembali ke kantor, dan nantinya ia akan bertanya pada sang Papa dimana mereka akan merayakan ulang tahun Aini.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as boldness
Read
+Library
Remorse

Remorse

Ada rasa yang tak bisa diutarakan, ada benci yang tak bisa diungkapkan. “Ayolah, kamu terlihat seperti wanita bodoh yang terobsesi dengan seorang pria,” celetuk salah seorang gadis yang tengah duduk melingkar. “Bukan terobsesi tapi mencintai!” jawab Nadya menyangkal. “Berjuang sendiri itu bukan cinta namanya!” balas Siska lagi, gadis yang sedari tadi duduk di samping kirinya.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as boldness
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status