Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FEMININ

FEMININ

Tidak hanya sampai disitu, Monica juga menarik rambut Femi dan berjongkok di dekatnya. "Berani Lo sama gue? Berani Lo nantang gue? Bukannya cuman diri Lo aja yang gue bakar. Ingat, bokap Lo yang tinggal dirumah kumuh itu, gak bakal lepas dari ancaman gue" Monica melepas paksa jambakan rambutnya Femi. Dan dengan tidak ada rasa kasihan, Monica yang sedang memakai wedges pun menginjak badan Femi.
4.8K viewsOngoingAdded to Library 183 Times as boldness
Read
+Library
Obsesi

Obsesi

Ketiga pria menatapnya dengan heran, Kaizen segera memberi alasan "Tubuhku lebih fleksibel dibandingkan dengan kalian, aku juga bisa bergerak cepat dan memiliki insting bagus. Ditambah lagi ..." Gadis itu menatap wajah para pria satu persatu dan mencibir "Aku yang paling pintar dan tenang." Ketiga pria tersebut menggaruk tengkuk dengan canggung. Kaizen puas dengan mereka yang membisu, lalu mengulurkan kedua tangannya pada tiga orang ini
104.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as boldness
Read
+Library
Castle

Castle

Baik kumis maupun jenggot berwarna coklat yang sama dengan rambutnya, memberikan kesan kesat dan sedikit menyeramkan. Tampangnya memiliki pesona yang unik. Wajahnya yang maskulin memiliki garis-garis yang tegas dan mata yang tajam, menimbulkan kesan penuh keberanian dan kekuatan. Akan tetapi, di balik pesona ini, ada sedikit aura misteri yang terpancar dari matanya yang penuh dengan pengalaman hidup. Meskipun dia memiliki tampang yang seperti itu, aku mengikutinya begitu saja. Ada sesuatu hal yang mendorongku untuk melakukannya. Aku tidak tahu apa itu?
104.1K viewsCompletedAdded to Library 136 Times as boldness
Read
+Library
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Di bawahnya, tak sengaja ia menulis dengan huruf lebih besar: “Jangan kalah.” Cantika menyentuh tulisan itu dengan jari gemetar. Kata-kata itu bukan lagi sekadar motivasi, tapi semacam kutukan. Ia tahu Ezra benar. Ia tahu tubuhnya belum pulih. Ia tahu dua bayi mungil di kamar sebelah butuh dirinya lebih dari siapa pun. Tapi ada bagian dari dirinya yang menolak tunduk—takut dianggap lemah, takut dicap hanya sebagai “istri CEO” tanpa pencapaian. Tangisnya pecah pelan. Ia buru-buru menghapus air mata menggunakan punggung tangan, takut ketahuan Nanny atau bu Ratri jika tiba-tiba suaminya masuk kamar.
1012.3K viewsCompletedAdded to Library 281 Times as boldness
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Ketika bahkan kini Hana sudah membentak dia di depan umum. "Hey kamu diam seperti itu apa kamu bisu?!" Hana berteriak yang ketiga kalinya, kali ini benar-benar lantang. Lilyana hanya bisa membulatkan mata, merasa terkejut gadis secantik Hana bisa bermulut kasar seperti itu.
9.96.3K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as boldness
Read
+Library
Adoration

Adoration

Membuat Baswara gerah, begitu berat hingga memaksa diri untuk menutup rapat kedua mata dan menghentakkan kepala pada sandaran kursi. Penat dan membosankan, mendorong Baswara untuk melakukan kebiasaan buruknya. Berkendara dengan kecepatan penuh tanpa menghiraukan keadaan. Tanpa takut mobil dua milyarnya tergores, Baswara melesat ditengah keramaian kota. Angin segar dan kerumunan menjadi tantangan yang selalu berhasil membuat kepercayaan dirinya kembali. Tanpa takut akan maut yang mungkin menjemput. Suara nyaring lagu rock menemani ketegangan suasana jalan. Memecah telinga, melenyapkan kebisingan. Begitu menggebu dan berdegum tidak beraturan.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 174 Times as boldness
Read
+Library
Betrayal

Betrayal

Rasanya, Callis tidak akan sanggup jika harus menampung kebencian Victor lebih besar dari saat ini. “Aku merindukanmu,” ujar Callis secara tiba-tiba. Callis seperti memiliki dorongan yang kuat untuk memeluk Victor untuk saat ini. Apabila di negaranya, hal yang sedang terjadi pada Callis disebut dengan “ngidam”. Ngidam merupakan suatu fenomena yang umum terjadi pada ibu hamil yang sedang berada dalam emosi yang tidak stabil “Tolong bantu mama ya, Nak. Sekarang Cuma ada kita berdua. Jangan rewel-rewel ya.”
106.3K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as boldness
Read
+Library
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

Kali ini bukan keheningan yang kosong, tapi hening yang penuh tekanan. Bagaspati menatapnya lebih lama. Tidak ada lagi tawa mengejek. Tatapannya berubah—lebih tajam, lebih dalam, seperti sedang berusaha mengukur sesuatu yang baru saja muncul di hadapannya. “Berani,” gumamnya pelan. “Atau terlalu bodoh untuk menyadari posisi dirimu sendiri.” Sudut bibirnya terangkat tipis. “Menarik. Tapi juga berbahaya.”
101.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as boldness
Read
+Library
BOSSY

BOSSY

Deon terlihat berbeda ketika di depan umum, ia sangat bekarisma dan tegas. "Kenapa? Lo kaget gue kayak gini?" Deon tertawa. "Selain jelek, lo bego juga ya. Ckck, seharusnya lo bangga bisa lihat sikap asli gue." "Bangga?" Ava menggelengkan kepala. "Sa-saya tidak merasa bangga, Tuan." Ekspresi jahil Deon langsung berubah ke dalam mode tegas. "Sekarang joged!"
107.2K viewsOn holdAdded to Library 180 Times as boldness
Read
+Library
Dead&Queen

Dead&Queen

Wajahnya tenang, tapi ada api yang berbeda di matanya. "Kami akan mempresentasikan konsep 'Between Soft & Bold'," ucap Alma dengan suara jernih. Layar projector menyala. Ternyata, Alma menggabungkan kedua ide tersebut. 1. Frame pertama : Foto close-up ibu muda dengan bayi, warna pastel. Tagline : "Kelembutan untuk yang tersayang." 2. Frame kedua : Wanita karir dengan gaya urban, palet hitam-emas. Tagline : "Keberanian untuk dirimu sendiri."
1.4K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as boldness
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status