Cintai aku, Berondong!
Salah satu wedding planner masih sibuk membentangkan kain brokat dan tulle.
“Kalau mau elegan, kita bisa padukan ivory dan gold. Untuk pengantin prianya pakai beskap, tapi kekinian.”
Meysi nyaris menjerit.
“Saya hamil, Bu. Saya pengen nikahnya nyaman, bukan kayak pesta kerajaan Sunda-Belanda!”
“Aku juga, Teh.” Tirta memegang tangan Meysi. “Tapi kita kasih kesempatan dulu. Siapa tahu ada ide bagus yang bisa kita sesuaikan. Kita tetap bisa bilang ‘nggak’, kok.”