Kelahiran yang Menghancurkan
Dengan perut yang sangat besar, aku menyeret diriku di lantai, merangkak menuju pintu baja yang berat itu.
Tepat saat pintu itu menutup dengan dentuman keras yang mengguncang, jariku terjepit di kusen.
Aku mendengar suara tulang yang patah, renyah dan mengerikan.
Rasa sakit baru menghantam, menenggelamkan siksaan obat dalam tubuhku. Aku menjerit sekuat tenaga, teriakan melengking merobek tenggorokanku.