Antara Dendam dan Penyesalan
"Nadine, anakmu sempat memintaku untuk menjahitkan selimut. Apa kamu mau menerimanya?"
Nadine tergagap-gagap saat melanjutkan ucapan nenek tersebut, "Selena, selimut itu sebenarnya mau diberikan padamu, tapi sekarang ..."
Selena menahan kesedihan dengan susah payah. "Aku mau, kok. Selimut itu yang akan menjadi kenang-kenangan. Nenek, boleh berikan selimut itu padaku," pintanya sopan.
"Ya, gadis itu menyuruhku untuk pakai benang dan kain terbaik. Kapas ini terasa sangat empuk dan hangat karena kupilih sendiri, jadi kamu ..."
Chapitres populaires