Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

Betul-betul rewang, nggak seperti aku yang seenaknya makan-makan di tempat sesepi ini. Lalu Ibu memutar badan, menemukan lelaki usil tadi dengan senyum memuakkan yang entah dari mana ia belajar semua itu. Aku tak habis pikir bisa menemukan sejenis buaya di tempat ini. Argo sebagai buaya sejati saja tidak berani menampakkan diri di sini. Malah, ketemu spesies lain yang begitu percaya diri. "Lho ini Biru?" Ibu tertawa senang, seperti menemukan sekotak emas di halaman ini, badan gemuk ibu bergoyang sempurna dengan lonjakan rasa yang entah terasa aneh bagiku.
1020.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 768 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
YOUTUBER DAN KONTRAKAN BERHANTU

YOUTUBER DAN KONTRAKAN BERHANTU

ejak Doma. "Setelah lu semprot tadi. Gue berasa lebih fresh dan semangat lagi. BTW cairan apaan sih tuh? Gue beli deh." "Itu, air mata buaya. Nampungnya juga butuh beratus-ratus tahun karena buaya gak suka nangis, wani piro?" Goda Doma.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Sang Mempelai Pengganti

Sang Mempelai Pengganti

“Dasar menyebalkan!” ​Bayu tertawa terbahak-bahak. Tawa yang tulus, lepas, yang membuat suasana desa pagi itu terasa lebih cerah. ​Aku menatapnya. Ya, dia buaya darat. Dia manipulator. Dia menggunakan semua pesonanya yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng dinginnya di Jakarta, tujuannya untuk menyerang benteng hatiku. Tapi kali ini, ia melakukannya dengan tujuan yang jelas: untuk menebus kesalahannya.
10985 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Bunga Ilalang, Mahkota perawan desa

Bunga Ilalang, Mahkota perawan desa

Mas Adit meraih tanganku dan digenggamnya. "Lepasin! Malu dilihat orang!" teriakku. "Ngapain malu, kita sudah halal! Nggak usah berontak! disini banyak buaya darat! Mau disantap buaya?!" "Hah ... buaya? Mana buayanya? Syahdu takut!" Dengan spontan aku memeluk Mas Adit. "Entar pelukannya di rumah. Jangan di sini," bisik Mas Adit sambil senyum-senyum.
1035.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Aku yakin, sakit sih tidak, tapi sudah pasti menjijikkan. Dari sekian reptil ini, tentu saja ada buaya darat. Di saat teman-temannya sibuk menyerang kami secara brutal, sang buaya darat malah mendekati seorang remaja putri yang sedang ketakutan dan nyaris menangis. “Kok kamu sedih? Baru putus cinta ya? Sini cerita!” ucap si buaya melancarkan rayuan mautnya. Kami telah terkepung. Pemimpin kami telah dilumpuhkan. Entah apa yang harus kami lakukan agar bisa keluar dari situasi genting ini.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

Ternyata Ibuku Dijadikan Babu

ujar Nadia. Mereka semua tertawa. Kecuali Silvi. Puaskan kalian tertawa sekarang, sebelum berubah jadi tangisan. Mas Hanan dia juga menertawakan kami, Nanti juga ada giliran di mana Aku dan Mbak Najwa yang akan menertawakan kalian. Kita lihat nanti. "Jika nanti Putramu dimasukkan ke jeruji besi. Jangan pernah mengemis padaku untuk mencabut laporannya!" ucap Mbak Ella.
1044.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Kesandung Cinta Dokter Brondong

Kesandung Cinta Dokter Brondong

Nirmala melotot galak pada laki-laki itu, bagian mana dari omongannya yang lucu. “Tenang aku modal seperangkat alat sholat dan seluruh jiwa ragaku.” “Dasar buaya.” “Eh jangan salah buaya itu setia lho, kalau kamu nggak percaya aku bisa minta mamaku melamarmu sekarang juga.” “Ck… aduk yang bener adonannya awas saja kalau sampai gosong.” “Eh kamu mau kemana?” “Ambil daun.”
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Padang : Lantai Pertama

Padang : Lantai Pertama

Tampaknya, warna tersebut memberikan tampilan yang lebih jelas pada gambar tersebut "Wah!, gambar ini lebih lucu lagi. Tanduknya terlalu besar! Dan gambar manusianya… Sebelumnya hanya mencapai punggung kambing, namun di gambar ini, manusia tersebut hanya mencapai tinggi tengkuk kaki rusa ini!, eh, apa itu di pojok kanan bawah?~ buaya berkaki delapan?!" Sahya tidak dapat menyembunyikan rasa keanehan terhadap gaya lukisan manusia primitif.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Ketika Babu Jadi Ratu

Ketika Babu Jadi Ratu

Wanita itu seakan paham dan berusaha menguatkan hati putrinya. “Nduk, jangan bersedih. Ibu akan selalu ada untukmu. Ibu juga merasa senang karena Ibu sudah menjadi seorang nenek, meski anakmu belum sempat terlahir ke dunia. Ibu merasa bangga denganmu. Apapun yang terjadi, kamu sudah berusaha kuat dan bertahan.” Bu Sarmah kembali menguatkan hati Savina. Meski dirinya hanya lulusan Sekolah Dasar, ia tidak ingin melihat putrinya hidup sengsara sepertinya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Di ruang tamu, Bintang bisa melihat ayahnya sedang bermain TTS. Mendengar ada yang masuk, Bayu mendongak dan langsung berdiri. “Bintang, kamu pulang? Ada apa? Jangan bilang kalau kamu kabur dari tuan muda! Jangan jadi anak durhaka kamu! Sudah bagus kamu menikah dengan tuan muda. Jangan punya pikiran aneh-aneh! Meskipun tuan muda buta dan lumpuh, tapi dia kaya dan tampan. Kamu sudah untung banyak!” Wajah Bayu tampak merah, penuh dengan emosi.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai buaya darat lucu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status