Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Mas Khalid
Alice menatap sendu ke arah luar jendela rumahnya. Tampak terlihat anak-anak kecil tengah bermain bola di depan rumahnya. Ramai, bising, dan gelak tawa yang membuat orang lain terganggu, tapi tidak dengannya. Ia selalu merindukan momen dimana anak-anak bermain di depan rumahnya. Terkadang, ia memberikan makanan atau minuman ringan untuk mereka semua. Alice tersenyum, saat melihat bocah kecil itu tertawa riang melihat aneka jajanan yang diberikan olehnya. Sesekali ia menghapus buliran bening, yang membasahi pipinya. Ia kembali teringat akan ucapan sang ibu mertua, yang membuatnya menitikkan air mata. Sang ibu mertua menyindirnya, saat ia dan suami berkunjung kesana. Sindiran tajam
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Cinta yang Terlambat: Karma 99 Permainan

Cinta yang Terlambat: Karma 99 Permainan

Demi menemukan kalung pusaka keluarga kekasihku, aku rela bertahan di tengah demam 40 derajat celcius, merangkak di tengah hujan selama lima jam penuh. Dengan sisa tenaga yang ada, aku berniat segera pulang untuk beristirahat setelah berhasil menemukannya. Namun, karena khawatir pada kekasihku, aku kembali lagi. Akan tetapi, pemandangan di depan mataku menghancurkan segalanya. Aku melihat kekasihku membuang kalung itu ke tempat sampah dengan santai, lalu tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya. "Kak Gading keren! Demi membalas dendam pada kakaknya Sekar Danantya, kamu sampai tega menyiksa adiknya seperti itu. Kalau kakaknya tahu, dia pasti bakal mati saking marahnya!" "Sekar itu juga b
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Karma Itu Nyata Pengkhianatan

Karma Itu Nyata Pengkhianatan

Saat suamiku sedang ikut acara berkemah dari kantor, asisten perempuannya tiba-tiba mengunggah sebuah postingan: "Pembagian tenda lewat undian, siapa sangka aku malah setenda dengan bosku yang tampan!" Dalam foto itu, dia sedang berswafoto menghadap kamera, sementara di belakangnya ada seorang pria yang sedang melepas bajunya— dan itu adalah suamiku. Ada yang berkomentar: "Hati-hati ya, cowok dan cewek berduaan di satu tenda, bisa berbahaya ...." Asisten itu langsung membalas dengan emoji tertawa jahil sambil menulis: "Memang aku suka yang menantang." Aku sempat memberikan 'like', tetapi tidak lama kemudian, postingan itu dihapus. Tak lama, suamiku menelepon lewat panggilan video. Di depan a
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

Ibu, CEO Tampan itu Ayahku!

Menurut sebuah legenda di Kota Nirwana, kota tersebut memiliki satu jenis bunga khusus dengan aroma yang begitu harum, membuat siapa pun yang menghirupnya dapat langsung merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Awalnya Juanita meragukan cerita tersebut, akan tetapi suatu hari, ia tanpa sengaja mencium aroma itu dan merasakan dirinya seolah-olah terbang ke dalam surga.Lima tahun kemudian, setelah sekian lama tinggal di luar negeri, Juanita kembali ke kampung halamannya, tetapi kali ini dia tidak datang sendirian. Bersamanya terdapat seorang anak kecil yang sangat menggemaskan.Anak kecil itu sangat suka bermain game. Suatu ketika di bandara, dia tak sengaja bertemu dengan seorang pria tampan.Ana
9.334.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun

Selamat Tinggal Cinta yang Hilang 8 Tahun

Pacar yang dulu hatinya kuhancurkan, akhirnya pulang membawa pacar barunya untuk dikenalkan kepada keluarga pada tahun kedelapan setelah dia pergi kuliah ke luar negeri. Di saat yang sama, aku juga akhirnya divonis rumah sakit bahwa perjuanganku melawan kanker selama delapan tahun telah gagal. Aku sudah boleh pulang untuk menunggu kematian. Saat melihatku duduk di kursi roda sambil dituntun ibuku, sudut bibir Lexi menampakkan senyum mengejek. "Wah, delapan tahun nggak ketemu, kenapa hidupmu jadi separah ini? Jalan saja sudah nggak bisa." Mendengar nada bicaranya yang penuh jijik, aku hanya menarik lengan jaket buluku dengan tenang, menutupi bekas tusukan jarum yang memenuhi punggung tanganku
18.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Mereka Menyesal Setelah Aku Menikah

Donny akhirnya menyetujui permintaanku untuk menikah. Dia secara khusus memintaku untuk berpakaian rapi dan mengatakan jika dia sudah menyiapkan kejutan untukku. Namun, saat aku datang dengan pakaian terbaikku, ternyata tidak ada pengantin pria di acara pernikahan. Donny berbalik dan tersenyum kepada adik tiriku di sampingnya. "Kamu bilang pernikahan itu rumit dan membosankan. Hari ini, aku tunjukkan pernikahan yang seru padamu, bagaimana menurutmu?" Pembawa acara pernikahan pun mengumumkan dengan suara lantang, "Pernikahan ditunda." Sahabat masa kecilku bahkan menarik bola air yang sudah disiapkan sebelumnya dan menjatuhkannya di atas kepalaku, hingga membuat seluruh tubuhku basah kuyup. Do
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya

Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya

Penerbangan ke-520 mendarat. Pacarku yang tak pernah sekali pun menjemputku, kini menungguku di bandara. Dia membawa setangkai mawar biru yang diterbangkan langsung, cincin berlian berkilau memikat di dalam kotak beludru. Saat dia berlutut, suara decak kaget dan tarikan napas tak percaya dari orang-orang di sekitar langsung memenuhi telingaku. Setelah sepuluh tahun bersama, ini pertama kalinya dia mengungkapkan keinginannya untuk melangkah ke jenjang pernikahan bersamaku. Aku berusaha tampak tenang. Setelah cincin itu terpasang di jariku, suaraku terdengar agak bergetar. "Devan, kita ...." Akan tetapi, dia justru tertawa. Dia menoleh ke samping dengan alis terangkat sebelah. "Kan udah kubila
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Zombieing

Zombieing

nadiinath
~ZOMBIEING~ "Bian tuh zombie" ucap Naira bersungut-sungut. Pikirannya melambung membayangkan pertemuan tak mengenakkan dengan iblis itu. "Hah? Maksud lo?" "Uda mati terus bangkit lagi" "Mati suri gitu?" Naira memutar bola matanya malas, kemudian menghembuskan nafas keras. Berbicara dengan Silla memang membutuhkan tenaga ekstra. Sabar-sabar. "Dia uda mati, ilang di telan bumi. Eh tiba-tiba hidup, muncul, dan ngeracau di dunia gue. Sama kayak zombie ngga sih" "Oooh. Emang dia bawa virus? Kok lo namain zombie" "Iyalah. Virus merah jambu. Kan berabe kalo gue terjerat pesonanya lagi" "Ciee, bilang aja belum move on" Silla tertawa geli sambil menyolek gemas dagu sahabat baiknya. Ia langs
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperh
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat

Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat

Setelah putriku dinyatakan mengalami kematian otak, suamiku membujukku untuk menandatangani perjanjian donor organ. Aku menderita karena rasa rindu yang begitu menyakitkan, semangat hidupku sudah hampir hancur. Namun secara tidak sengaja, aku menemukan bahwa dokter penanggung jawab yang bernama Sarah, adalah pujaan hati suamiku. Mereka memalsukan laporan dan menyatakan bahwa putriku mati otak, hanya demi membujukku menandatangani perjanjian itu, lalu menipuku untuk memberikan jantung putriku pada putrinya Sarah. Aku menyaksikan suamiku yang mengantar putri Sarah keluar dari rumah sakit. Mereka bertiga tertawa bahagia, seolah-olah mereka adalah sebuah keluarga yang sempurna. Aku pun menghadap
18.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai buddha tertawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status