Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Our Story

Our Story

"Eh, gue juga udah bawain boba special buatan mama gue buat lo, Kebo." Aira melebarkan matanya menatap minuman boba di depannya. Demi apa, pikirnya. "Hah? Mama lo buat sendiri? Demi apa, dia multitalenta bangat, sih?" Daffa terkekeh geli melihat raut gemas dari wajah Aira. "Bukan gue yang nyuruh, dia inisiatif sendiri mau bikinin buat lo. Mama gue emang dari dulu suka masak, sih, dan bikin makanan minuman yang lagi trend tiap tahunnya."
106.2K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as building a story brand
Read
+Library
Investor Asing

Investor Asing

Wanita itu melanjutkan— “Jika benar… kami ingin memastikan bahwa karakter tersebut konsisten dengan market kami.” Soraya menyandarkan tubuhnya perlahan. Tatapannya kini lebih dalam. Lebih penuh perhitungan. “Kalau itu yang Anda khawatirkan…” Ia tersenyum tipis. “Saya justru yakin… itu akan menjadi kekuatan utama kita.” Hening sejenak. Lalu, dengan nada yang lebih pelan—namun penuh arti, Soraya menambahka “Karena tidak semua brand… punya ‘cerita’.”
101.3K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as building a story brand
Read
+Library
Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir

Sesekali mengetuk pena di atas buku catatannya, tapi tidak ada amarah dalam gerakannya. “Divisi bagian marketing,” katanya kemudian, “strategi digital kalian cukup bagus, tapi coba pertimbangkan juga pendekatan storytelling di media sosial. Produk kita bukan cuma angka. Kita harus bikin orang merasa punya hubungan dengan brand kita.” Semua kepala langsung menoleh. Beberapa karyawan saling berbisik pelan, komentar seperti itu jarang sekali keluar dari mulut Randy.
9.898.2K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as building a story brand
Read
+Library
Istri Buat Om Duda

Istri Buat Om Duda

"Buat rapat ini, dan... buat yang lainnya juga." Di ruang rapat, Lintang berdiri di depan para eksekutif. Ia mulai presentasi tentang revitalisasi brand. Tapi kali ini, ada yang berbeda. Biasanya, ia bicara dengan dingin dan fakultatif. Kali ini, ada semangat baru dalam suaranya. "Brand kita bukan cuma tentang produk," Lintang menjelaskan, matanya berbinar. "Tapi tentang cerita. Cerita tentang keluarga. Tentang momen-momen sederhana yang jadi berharga."
105.4K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as building a story brand
Read
+Library
Gairah Terlarang Sang Presdir

Gairah Terlarang Sang Presdir

“Cita rasa dan model bisnis seperti ini memang bisa di tiru, Pak. Tapi tidak dengan pengalaman yang kita berikan. Di resto kami, pelanggan nggak cuma datang untuk makan. Tapi, karena ada suasana yang berbeda di sini dan juga tentu saja cerita dibalik setiap hidangan yang kita sajikan. Kami pun sudah terkenal dengan brand storytelling-nya yang kuat dan saya rasa itu menjadi salah satu kelebihan dari resto kami." Nara menatap Fahri dengan sedikit kagum. Ucapannya penuh keyakinan, tapi tetap sopan. Sementara Marvel hanya terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya bibirnya terangkat tipis. “Baik. Saya suka cara Anda berpikir.” *** Pembicaraan mereka terus berlanjut dan terasa begitu hangat meskipu
101.0K viewsOngoingAdded to Library 21 Times as building a story brand
Read
+Library
Menikahi Bos Aroganku

Menikahi Bos Aroganku

Gesa takut Evan masih sama seperti dulu, selalu mematahkan argumennya di depan banyak orang. Gesa memberanikan diri mengangkat tangannya. "Ya, Gesa, silakan!" "Kalau saya pribadi lebih condong ke strategi storytelling. Jadi kita tidak hanya menjual produk, tapi juga membuat pembaca merasa terikat secara emosional dengan produk kita. Contohnya, kita buat konsep produk kita selalu hadir di momen-momen berharga atau bahkan momen-momen kecil, momen yang menyentuh dan mengharukan. Mungkin ini lebih berkesan untuk audience."
1.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as building a story brand
Read
+Library
OUR STORY

OUR STORY

Tapi yang jelas dunia bernama 'ATLAS' yang L sebutkan tidak sama dengan 'BUMI' yang mereka ketahui. Lebih tepatnya 'ATLAS' itu seperti dongeng pengantar tidur yang sering orang tua ceritakan pada anaknya. Dunia khayalan yang tidak mungkin menjadi nyata. Tapi apa yang mereka alami membuktikan bahwa dunia khayalan itu benar ada nya. Tapi mengapa L membawa kami kesini? Ada banyak pertanyaan dibenak Raymond, salah satunya alasan mengapa L mengirim surat serupa pada kami. Surat yang mengatakan disini kami akan menemukan orang terpenting dalam hidup kami.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as building a story brand
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status