Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarah
Dan apa itu sebabnya sesuatu mulai menggerogoti benakku saat marah?
Lavi, aku takut—aku ingin mengatakan itu. Namun, kusadari aku juga takut untuk mengatakan itu. Lavi sudah melihatku dengan sorot ketakutan.
Aku tidak menyangka bahwa lembaran penuh omong kosong ini yang justru membuatku menyadari ada yang salah dalam diriku sendiri.
“Lavi,” suaraku serak, “kau takut padaku?”
“Takut? Tidak. Aku tidak takut padamu. Aku tanya apa yang kau baca?”
人気のチャプター