Kembalinya Sang Dewa Pedang
Api unggun yang selalu dinyalakan Ren Hui memberikan sedikit kehangatan, cahaya merah keemasan menari-nari di atas bebatuan yang tertutup es.
Ren Hui menghela napas dan mengeluarkan sebuah seruling bambu. Suaranya pelan saat ia berbicara, lebih kepada dirinya sendiri.
"Ayo kita nyanyikan sebuah lagu untuk Bunga Es Abadi."
Tangannya mengangkat seruling ke bibir, meniupnya perlahan. Nada pertama mengalun, lembut dan jernih, mengisi keheningan malam dengan melodi yang menyentuh. Lagu itu berasal dari kitab biru milik Junjie, sebuah mantra yang dulu hanya bisa dimainkan dengan daun, tetapi kini terdengar lebih indah dengan seruling yang ia buat sendiri.
Bab Populer