Selir Yang Terlupakan
Keramaian pasar, suara tawar-menawar, dan derap langkah orang di sekeliling terasa menjauh, seolah hanya ada kami berdua di ruang yang sempit dan hangat.
"Kau memainkan permainan yang berisiko tinggi, Lianhua," bisiknya serak. "Menggunakan kata-kata begitu di tengah keramaian."
Kali ini ia tak menarik tangannya saat menyentuh punggung tanganku, melainkan menyisipkan jari-jarinya perlahan di sela jariku.