Penyesalanku
Muzdalifah Muthoharcerita dokter cantikgambar cita cita dokter perempuancerita seks dokter dan sustercerita romantis saat istri hamil
"Buktinya sudah jelas kok, mereka sering bertemu di warung!"
Aku memutar mata malas, rasanya percuma ngomong didepan orang dengan kecerdasan rendah seperti Wina. Riyanti pun sama, dia juga diam tak peduli dengan omongan Wina yang ngawur.
"Bu Wina, kalau ke warung saja, itu bukan bukti Bu. Siapa saja boleh ke warung Bu Riyanti untuk makan soto. Yang maksud bukti lain, misalnya Pak Afnan pernah kepergok cek in di hotel, atau pergi berdua, atau Chat mesra?" Wina menggeleng. Dia mana punya bukti seperti itu? Karena kami memang tidak pernah melakukan semua itu.
Hot Chapters