Dari Budak Menjadi Bencana
Bukan sekadar lapar biasa, tapi sebuah panggilan purba, seperti anak yang mendengar suara ibunya untuk pertama kalinya.
"Dia menginginkannya," bisik Liang Jie, suaranya penuh peringatan. "Dia menginginkannya lebih dari apa pun. Ini adalah sepotong dari asal-usulnya."
Aku mengambil kristal biru kusam itu. Saat jari-jariku menyentuhnya, sebuah ledakan kenangan yang bukan milikku membanjiri pikiranku—gambaran sebuah makhluk raksasa yang terbuat dari kegelapan padat, dengan ribuan mata dan mulut, memakan bintang-bintang spiritual di sebuah alam yang berbeda. Lalu, gambaran makhluk itu terpecah-pecah, dipenjarakan oleh kultivator kuno yang mengorbankan seluruh peradaban mereka untuk menyegelnya.