Tante, mau kan jadi Mamaku?
“Ih, kok maksa, sih? Nggak boleh tahu, Ma. Maksain kehendak sama anak itu. Nggak bagus kata buku psikolog juga.”
Nah, kan? Sekarang dia bawa-bawa psikolog. Ampun deh nih bocah.
“Ya, udah! Mending kamu baca buku kedokteran aja kalau gitu. Siapa tahu kamu nanti bisa jadi Dokter kalau udah gede,” finalku sekaligus mengarahkan kemampuan nih bocah pintar ke arah yang lebih baik.
“Apa bedanya? Buku kedokteran juga ada sayat-sayatan sama potong-memotong, Mama.”