DITOLAK OM-OM
"Buku adalah jendela dunia, Sayang. Mungkin jaman sekarang sudah dianggap gak guna karena kalah bersaing dengan buku digital. Namun, untuk tambah-tambah wawasan gak ada salahnya kamu pelajari semua ini."
"Tapi--"
"Tapi apa? Ngantuk duluan lihat judul, tulisan dan jumlah halamannya?"
"I--iya." Menggemaskan sekali saat dia menjawab antara jujur dan takut.
"Katanya kepengin sukses, kepengin buka cabang di Malang. Salah satu pengorbanannya ya dengan membaca seperti ini, Bunda. Gak harus menghadap buku dalam sekali waktu. Nanti bukannya masuk otak malah nge-blank. Cicil saja sedikit-sedikit yang penting ilmunya terserap. Lantas tinggal mempraktekkan."