Mas, Ayo Bercerai!
Szzzt!
Setrika itu mendesis. Sebuah kepulan asap tipis muncul. Zola tidak peduli. Ia terus menekannya, membiarkan panas itu membakar. Sebuah lubang kecil mulai terbentuk di kain kemeja, hangus dan hitam. Ia hanya menatapnya, membiarkan setrika memanggang kain itu, hingga aroma hangus yang getir menusuk hidungnya, menyadarkannya dari lamunan kelam. Ia menarik setrika itu dengan sentakan kaget, menatap lubang hitam yang kini menganga di dada kemeja biru muda itu. Sebuah luka bakar, sebuah cacat permanen. Sama seperti hatinya. Ia mematikan setrika, meletakkannya dengan gemetar, dan membiarkan kemeja yang rusak itu tergeletak di papan.
“Apa ini?” tanya Haidar, suaranya dingin. “Kamu sengaja memb