Blue Flame
Kelopaknya mengering, memudar, lalu hancur menjadi serpihan rapuh yang jatuh tanpa suara ke lantai.
Tubuh Rohana mulai bisa bergerak lagi. Cengkeraman di lehernya mengendur. Ia menarik napas dalam-dalam, memenuhi paru-parunya dengan udara segar. Namun meski sulur mawar hitam itu telah hancur menjadi debu layu, rasa perih yang ditinggalkannya masih tersisa.
Kulitnya menyimpan bekas samar luka, halus, namun menyengat, seperti jejak luka bakar bayangan yang ngilu saat disentuh udara malam.
Hot Chapters