DIJODOHKAN MAMA
“Yaudah, kalau gitu kamu juga bantu aku beresin gudang cinta kamu ini,
Ziva tertawa keras, tapi tawanya belum sempat habis ketika suara dering ponsel memecah suasana.
Nada dering itu keras dan tiba-tiba—menggema di antara tumpukan kardus.
Reza menoleh cepat.
Nama yang muncul di layar membuatnya kaku.
Mama Indri.
Ia menatap Ziva sejenak, lalu mengangkat telepon.
“Halo, Ma? Ada apa?”
Biasanya, suara Mama Indri selalu lembut, penuh senyum. Tapi kali ini—
suara di seberang terdengar gemetar, tergesa, dan terputus-putus.
“Reza… kakekmu…”
Bab Populer