Merah Hitam Cinta #book1
Marsya pun berlalu dengan meninggalkan sejumlah umpatan sepanjang jalan.
Ika menggeleng-gelengkan kepala melihat kesabarannya. Bertanya mengapa ia begitu sabar menghadapi Marsya. Apakah urat emosinya sudah putus atau bagaimana? Kanaya hanya tertawa kecil. Ia pun memberi penjelasan dengan perumpamaan, agar ART barunya itu juga bisa belajar bersabar. Ia mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang bisa menyakiti perasaan kita, kalau kita tidak mengizinkannya. Ketika ada orang yang menghina kita seperti Marsya tadi misalnya. Kalau kita merasa itu tidak benar, buat apa kita emosi? Toh itu semua tidak benar bukan? Jangan terlalu baper jadi manusia. Nanti kita jadi susah bahagia. Camkan dalam benak kit