Dihamili Suami Saudara Kembarku
“T-tiga ratus tangkai, Tuan? Untuk acara pernikahan, atau—?”
“Tidak. Untuk seseorang yang saya cintai,” jawab Javier singkat.
Senyum perempuan itu melebar, seolah mendengar hal paling romantis hari itu. “Tentu, Tuan. Kami bisa rangkai menjadi satu buket besar, mungkin ditambah pita satin?”
“Tambahkan,” sahut Javier. Ia melirik ke meja kecil di mana kartu ucapan disediakan. Ia mengambil satu dan menulis cepat dengan tinta hitam: