Kesayangan Tuan Elian
"Kenapa mendadak begitu, Lana? Kamu tahu sendiri kan, kalau semua hal itu butuh persiapan yang matang. Baru dua minggu lalu kamu ngambek semalaman karena desainer gaunmu bilang payetnya kurang berkilau. Kamu yang pengen gaun terbaik dari desainer ternama, gedung hotel bintang lima terbaik, katering termewah..."
"Nggak... Aku nggak butuh semua itu lagi," potong Lana cepat, suaranya sedikit bergetar namun ia buru-buru berdeham untuk menyembunyikannya. "Aku cuma mau nikahan yang sederhana aja. Nggak ada tamu undangan mewah juga nggak masalah. Kita akad di masjid, lalu bikin syukuran kecil-kecilan di rumah, yang penting sah. Lagian berkas ke KUA dan daftarnya udah aman, kan?"