Cinta untuk Tabitha
menikmati sentuhan lembut itu.
Melihat Tabitha mulai menikmati sentuhannya, Adriano mencoba kembali menyentuh bibir merah gadis itu. Namun, kali ini bukan dengan ibu jari tangannya lagi, melainkan dengan bibirnya sendiri.
Hanya sesaat, tidak menuntut lebih dan tidak meminta waktu lama. Walaupun bagi Tabitha, meski hanya sesaat, itu adalah ciuman pertamanya. Ketika bibir mereka saling bertemu, rasanya seperti ribuan volt aliran listrik tiba-tiba menyengat tubuhnya. Memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat, hingga membuat darah yang mengalir di dalam tubuhnya terasa semakin deras dan panas.
Hot Chapters