GAIRAH LIAR PASANGAN MUDA
Semalam meskipun tenang dan tidak seperti biasa yang liar, ia bisa mendapatkan kenikmatan yang dalam, kenikmatan yang bukan cuma fisik, tapi juga emosional—rasa aman yang lama hilang setelah drama Maya dan hasil tes itu.
Ayara menatap pesan semalam di hpnya lama, jantungnya berdegup satu kali lebih keras. Ia ingat Kerem—pria Turki tinggi, mata hijau, senyum hangat yang bikin dia nyaman kemarin saat ngobrol sebentar di kafe. Saat itu cuma obrolan ringan soal kota, rekomendasi tempat makan autentik, dan sedikit cerita tentang Istanbul di musim dingin. Tapi ada getar kecil yang Ayara abaikan karena Raymond di sampingnya. Sekarang, pesan ini datang seperti hembusan angin dingin yang tak terduga,