Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari
Jazlan langsung berdiri, menepuk bahu si pemilik warung sambil mendorongnya balik ke tempat panggangan.
Pemilik warung bingung, lalu menunduk dan berbisik, "Gimana? Dialogku lumayan, 'kan? Aku lihat di drama-drama pendek memang begitu caranya."
Jazlan hanya bisa menanggapi secara asal, "Ya, ya, bagus."
"Aku masih ada dialog lanjutan, tahu!"
"Cukup, cukup."
"Nanti kalau kalian jadian, jangan lupa undang aku ke resepsi pernikahan ya."