Keputusasaan Wanita Desa
Nobeliaruang hampa di dalam hidupkubiar rasa bergelora di dadadada terasa panas dan berkeringatperasaan campur aduk
Taman bungaku yang telah lama tersiksa, kini tak mampu mengeluarkan cairan apapun.
Tiba-tiba, dokter menarik diri. Seketika, tubuhku terasa kosong. Dia mengambil kamera dari luar dan memasangnya tidak jauh dari ranjang.
Aku menutupi tubuhku dengan sedikit kelelahan. Dia menatapku dengan serius, “Selanjutnya, aku akan merekam proses ini untuk mencatat perkembangan gejala penyakitmu.”
Dalam hatiku berpikir, jika harus direkam, bukannya artinya harus mengulanginya lagi?